Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Ikan Lele : Cara Mudah Berbudidaya

Cara Budidaya Ikan Lele – Buka Mata. Bagi pemula yg ingin mengetahui “Cara Budidaya Ikan Lele” perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut:


A. Mengenali Ikan Lele
Untuk Budidaya Ikan Lele, sebaiknya kenalilah jenis-jenisnya, habitatnya, makanan & tata cara perawatannya.
B. Perisapan Kolam Ikan lele
Di dlm budidaya ikan lele memerlukan kolam yg ideal. Kolam ikan lele yg tdk memenuhi persyaratan akan berakibat buruk utk kelanjutan budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dgn kebutuhan, apakah utk segmen pembenihan atau segmen pembesaran, demikian juga dgn jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dpt disesuaikan dgn kisaran tebar ideal yg biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.
C. Persiapan Air Kolam
Hal yg perlu diperhatikan dlm budidaya ikan lele adalah persiapan air kolam. Persiapan ini juga wajib & berperan sangat penting, karena banyak penyakit & tingginya angka kematian ikan lele yg penyebabnya karena kondisi air yg tdk memenuhi syarat, misalnya PH airnya, banyak pengusaha ternak ikan lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa PH yg baik utk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, tapi tdk menerapkannya. Hal ini sangat merugikan, khususnya dlm usaha budidaya ikan lele, jangan menebar benih ikan lele dgn kondisi PH yg belum memenuhi syarat, sebaiknya gunakan alat pengukur PH agar tepat. Karena PH-nya cocok maka Sekali ikan lele akan merasa nyaman & sesuai dgn kebutuhan hidupnya dgn melaksanakan persiapan air kolam secara benar shg ikan lele dapat tumbuh & berkembang sesuai dgn target produksi.
D. Tata Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
Tata cara pemberian pakan ikan lele di budidaya ikan lele jangan dianggap remeh, karena pemberian pakan ikan lele yg salah bisa mengakibatkan pemborosan & bisa juga membuat ikan lele menjadi mati. Kalau ada waktu, silakan mampir utk mengetahui tata cara pemberian pakan di artikel 'cara pemberian pakan ikan lele'.
E. Proses Pengambilan & Penebaran Indukan atau Bibit Ikan Lele
Proses pengambilan & penebaran indukan atau bibit ikan lele di budidaya ikan lele harus dilakukan dgn benar, misalnya proses pembelian induk utk segmen pembenihan, selain kualitas indukan ikan lele yg harus baik, tempat pembelian juga harus terjamin & dapat dipercaya, setelah itu proses pengiriman indukan juga harus dgn cara-cara yg benar, agar indukan ikan lele tdk stres & selamat sampai ke kolam, pada saat indukan ikan lele dilepaskan dikolam indukan juga harus dgn tata cara yg benar. Pada tahap pembenihan juga ada proses penyortiran, bibit lele yg sudah disortir sesuai dgn ukurannya akan dijual atau dimasukkan kedlm kolam pembesaran benih selanjutnya. Para pembudidaya ikan lele biasanya melakukan proses puasa pada benih lele sebelum melakukan penyortiran, hal ini juga dilakukan oleh pembudidaya ikan lele pada segmen pembesaran, para pembudidaya ikan lele di segmen pembesaran biasanya tdk langsung memberi makan pada bibit lele yg baru ditebar selama setengah hari, bibit lele yg ditebar & langsung diberi pakan lebih rentan terserang penyakit & mengalami kematian.

Jumat, 15 Juni 2012

Ikan Nila : Cara berbudidaya

Syariah Bisnis yang Menjanjikan
http://SyariahMarketing.com/?id=salimmandiri09

Ikan nila adalah ikan yang hanya dapat hidup pada air hangat. Ikan nila ini berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Budidaya ikan nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau luar kota yang airnya bersih.

Jenis nila yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah jenis oreochromis niloticus dan nila jenis mozambigue atau lebih dikenal dengan mujair. Jenis nila ini banyak di sebarkan oleh BBPBAT ke seluruh tanah air.

Keuntungan dari budidaya nila adalah kemampuan untuk bereproduksi cukup tinggi. Antara 2-3 bulan dari bibit, ikan nila sudah dewasa dan dapat menghasilkan telur setiap bulan satu kali. Sifat ikan nila yang cepat menghasilkan anak ikan, menyebabkan kelebihan populasi ikan nila dalam kolam, yang berdampak pada pertumbuhan ikan yang lambat. Hal ini dapat dilihat bada saat panen ikan nila, ukuran ikan nila terdapat berbagai ukuran dari ikan kecil-kecil, sedang, dan besar.

Ikan nila jantan akan terlihat lebih besar dari ikan nila betina. Menurut BBPBAT perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina selisih 40%. Lambatnya pertumbuhan betina di karenakan sifat alaminya untuk menghasilkan anan-anak ikan. Pada saat nila bertelur, saat itu juga ikan nila betina tidak makan selama kira-kira kurang dari 10 hari. Yang dilakukan oleh induk nila betina adalah menjaga larva dalam mulutnya sampai ukuran cukup besar untuk dibiarkan oleh induknya. Reproduksi ini terjadi pada kolam air tanah atau kolam semen yang airnya tenang.

Budidaya ikan nila di jaring apung dan air deras dapat mengurangi reproduksi ikan kecil, karena proses pemijahan sulit untuk dilakukan, sehingga telur-telur ikan nila betina akan hanyut dan tidak adanya tempat yang tenang untuk jantan membuat sarang dan membuahi telur-telur nila.

Untuk memproduksi nila yang cepat besar yaitu nila jantan dapat dilakukan beberap hal:

Pertama, memisahkan anak nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Hal ini tidak mudah karena tidak efesien dalam jumlah yang banyak dan umumnya pembudidaya ikan kurang mengenal mana jenis betina dan jantan.

Kedua, melakukan kawin silang untuk mendapatkan jenis induk yang bisa menghasilkan anak ikan jantan. Tehnik ini dilakukan dengan penelitian yang seksama dan ujicoba yang tidak mudah. Memerlukan peralatan yang canggih, melalui test laboratorium untuk mempelajari hormon XX yaitu betina dan XY jantan.

Ketiga, cara yang paling mudah dan sedikit mahal yaitu dengan metode mengubah jenis betina menjadi jantan dengan mengunakan hormone sex reversal pada larva ikan nila. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya monoculture karena dapat praktekkan oleh siapa saja.



Bagaimanakah proses jantanisasi?

Proses mengubah nila menjadi jantan dapat dilakukan dengan cara pemberian pakan mengandung hormone synthetic atau dikenal dengan METHYLTESTOSTERONE. Hormone ini akan mengubah fisik larva ikan betina menjadi jantan. Tehnik ini pertama dikembangkan di Jepang pada tahun 1950 an oleh Oryzias Medakh. Penemuan ini pertama di ujicoba pada ikan mas (Cyprinus Carpio) dan kemudian hormon pengubah sex menjadi jantan banyak digunakan pada ikan nila.

Pada tahun 1970-an pengunaan hormon ini meluas keseluruh dunia, dan hanya sedikit di Indonesia yang mengunakan hormon ini karena harga hormon sex reversal ini cukup mahal dan harus didatangkan dari luar negeri. Namun sedikit demi sedikit penguna hormon ini terus meningkat karena dapat memicu pertumbuhan ikan.



Bagaimana cara mengunakan hormon pembuat jantan?

Tiga langkah menyiapkan proses monokultur ikan nila:

1. Siapkan induk nila jantan dan betina. 1:3 berat induk antara 150-250 gram perekor. Pembibitan ikan nila ini dapat dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah dan lebih baik jika dilakukan pada aquarium. Ketika telur ikan nila menetas, induk betina akan menyimpan larva dalam mulutnya dan akan membiarkan anak-anaknya setelah berumur kira-kira 7 hari. Anak-anak ikan akan bergerombol dan sering naik ke permukaan air, dan saat inilah penangkapan dimulai dan memindahkan ke kolam khusus untuk persiapan pemberian pakan berhormon. Perlu di-ingat bahwa anak-anak ikan yang akan diberi pakan berhormon tidak lebih dari 11 hari agar hormone dapat bekerja dengan efektive.

2. pemberian pakan berhormon pada anak ikan nila hanya selama 21 hari berturut-turut. Dapat mengunakan kolam tanah atau kolam semen. Kolam pendederan ini tidak perlu besar, 1x1x0.5 meter agar mudah untuk pemantauan, pemindahan, pemeliharaan.

3. pakan berhormon pengubah sex dapat disiapkan terlebih dahulu atau pesan di ikanila.com

Minggu pertama pemberian pakan berhormon untuk 1000 ekor larva sebanyak 30% dari berat biomassa. 1000 ekor anak ikan Rata-rata berat 0.01 gram. Jadi pemberian pakan kira-kira 3 gram perhari, 4x pemberian pada jam 8-10 pagi dan sore jam 2-4 selama 7 hari.

Minggu kedua anak-anak ikan sudah mencapai panjang 18-22 mm. kurangi kepadatan anak ikan dalam kolam menjadi 500 ekor permeter persegi. 1000 ekor anak-anak ikan pada minggu kedua sudah mencapai rata-rata berat 0.05 gram. Pemberian pakan 25% persen dari berat biomassa, kira-kira 12.5 gram pakan. 4x sehari selama 7 hari.

Minggu ketiga anak ikan sudah mencapati 25-30 mm. kurangi lagi kepadatan ikan dalam kolam menjadi 250 ekor permeter persegi. Pada minggu ketiga 1000 ekor anak ikan sudah mencapai rata-rata 0.1 gram perekor. Pemberian pakan sebanyak 20% dari total biomassa. Kira-kira 20 gram perhari selama 7 hari.

Setelah 21 hari, pemberian pakan berhormon dihentikan. Pemberian pakan berhormon ini akan menghasilkan 97-100% anak nila jantan. Tingkat hidup anak ikan nila mencapai 70-80 persen jika kualitas air baik dan tempat pemeliharan baik.

Perlu diketahui, selama 21 hari anak ikan tidak boleh diberi pakan selain pakan berhormon! Setelah 21 hari Mulailah memberi pakan yang tidak mengandung hormone.



Persiapan anak ikan dibesarkan pada kolam pembesaran

Bibit ikan nila yang telah diberi hormon jika sudah mencapai panjang 3.5-5 cm atau berat rata-rata 0.5 gram sudah boleh ditebar pada kolam pembesaran. Sebaiknya pada pembesaran jangan ada ikan jenis lain seperti lele, gabus atau ikan lainnya dalam satu kolam.

Anak ikan yang diberi pakan berhormon akan bertumbuh lebih cepat dari anak-anak ikan yang tercampur jenis kelaminnya atau yang tidak diberi hormon.



Bagaimana Hormon Sex Reversal Bekerja?

Hormon kelamin pada wanita dikenal dengan kromoson XX dan jantan XY. Hormone kelamin pada manusia terdapat juga pada species binatang. Dengan mengunakan hormone buatan anak ikan betina pada umur tertentu dapat diubah menjadi jantan. Hal ini hanya dapat dilakukan pada anak ikan di bawah 10 hari. Ikan yang memakan pakan yang dicampur dengan hormone 17 alpha methyltestosterone dapat mengubah dari XX menjadi XY. Sedangkan ikan XY atau jantan akan tetap jantan dan tidak dapat diubah lagi.

Pengubahan sex jantan pada ikan bertujuan untuk mengendalikan populasi perkembangbiakan ikan dalam satu kolam. Reproduksi anak-anak ikan yang tidak teratur akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ikan. Dengan mengunakan hormon pengubah sex menjadi jantan pertumbuhan ikan akan lebih cepat karena jantan lebih unggul dari betina.



Bagaimana membuat pakan berhormon sex buatan?

Pakan ikan pengubah sex buatan atau sex reversal dapat dibuat dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Larutkan 3 gram 17 alpha methyltestosterone dengan mengunakan alcohol etil 95% sebanyak 200 cc untuk mencairkan butiran hormone.

2. siapkan 1 kg pakan anak ikan yang halus sperti tepung. Campurkan pakan pada larutan hormone secara merata.

3. keringkan pakan yang sudah dicampur dengan hormone agar alkoholnya menguap. Jangan mengunakan cahaya matahari. Keringkan selama semalam dalam ruangan.

4. jika pakan sudah kering, masukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.

5. pakan berhormon ini sudah dapat digunakan dalam 30 hari mendatang.



Apakah mengunakan pakan berhormon bernilai ekonomis?

Kurang dari 8 Rupian untuk setiap ekor ikan mengunakan hormon. Bibit ikan nila ukuran 0.5 gram atau panjang 35-5 cm di pasarkan dengan harga Rp. 200-300 perekor. Sedangkan bibit ikan yang diberi hormone dijual dengan harta yang lebih tinggi dihargai 350-500 perekor.



Apakah ikan yang mengunakan hormone aman?

Studi menunjukkan setelah 5 hari berhenti dari pemberian pakan berhormon ikan nila jantan tidak mengandung kimiawi yang membahayakan manusia. Dan setelah beberapa bulan sampai ikan dapat dikonsumsi, konsumen dijamin betul-betul aman untuk memakan ikan nila hasil jantanisasi.

Ikan nila kebanyakan hanya bisa hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di Negara empat musim juga membudidaya ikan nila dengan cara moderen. System pengairan mengunakan heater pada musim dingin.

Mengenal dan mengetahui pengetahuan dasar budidaya ikan nila;

- ikan nila betina bertelur antara 2000-2500 ekor tergantung besar kecil induk. Tingkat hidup bergantung pada kualitas air dan pakan yang diberikan.

Ikan nila bertelur pada kisaran empat sampai enam (4-6) minggu atau bisa lebih cepat jika benih ikan sudah dilepas oleh induknya.

- Telur ikan nila yang akan menjadi larva disimpan dalam mulut induk nila. Telur ikan nila akan menetas antara lima sampai tujuh (5-7) hari. Setelah menetas atau menjadi larva induk nila akan mengawasi anak ikan dengan mulutnya.

- Perbandingan perkawinan nila jantan dan bertina; 1:3 dalam setiap meter persegi masukan empat sampai lima pasang pasang induk nila, (5 jantan dan 20 nila betina) permeter persegi.

- Temperature budidaya ikan nila sebaiknya 25°C-31°C untuk pemijahan.

- Temperature dibawah 13°C ikan nila akan mati.

- Temperature antara 15°C-20°C ikan nila lambat membesar. 22°C-31°C ikan nila akan bertumbuh dengan cepat karena suhu seperti itu akan membuat ikan nila suka makan.

- Produksi ikan nila persetengah hektar berkisar 2-3 ton.

- Pakan nila berupa pellet tengelam dan pellet apung sebanyak 3.5 ton

- Nila konsumsi berat antara 200 gr. Sampai 800 gr. Perekor tergantung permintaan konsumen dan pasar.

- Makanan ikan nila mengandung protein 25-30 persen dan lemak 6-8 persen.

Sekedar hobby, atau untuk makan, atau untuk menjadikan sumber penghasilan tambahan. ikan nila merupakan potensial yang dapat dilirik oleh siapa saja yang ingin mengelutinya, Pendapatan yang lumayan jika dikelolah dengan baik. Selain daerah yang mendukung seperti air, ketersedian pakan juga sangat memungkinkan disetiap wilayah Indonesia yang kaya ini. Jadi, andapun pasti bisa membudidaya ikan nila dengan sedikit mengenal cara membesarkan ikan nila.

Senin, 04 Juni 2012

SUKSES JADI PENGUSAHA TAMBAK UDANG VANAME PUTIH: DENGAN TEKNIK MULSA PLASTIK H. MIMIN MERAUP UNTUNG Rp 10 MILIAR/TAHUN

SUKSES JADI PENGUSAHA TAMBAK UDANG VANAME PUTIH: DENGAN TEKNIK MULSA PLASTIK H. MIMIN MERAUP UNTUNG Rp 10 MILIAR/TAHUN

Penulis :Murgab H



BERMULA dari keisengan semata dan pengalamannya yang pernah menjadi pembudidaya cabe menggunakan sistem teknologi Mulsa Plastik (Mulsa Plastik adalah teknologi yang menggunakan fasilitas plastik berwarna hitam yang ditempatkan di tepi kolam atau bak yang bermanfaat sebagai penghambat masuknya penyakit ke dalam kolam), Haji Mimin kini telah sukses menjadikan dirinya sebagai pengusaha tambak udang Vaname Putih yang tersohor se-Kabupaten Subang.

Bapak yang memiliki tambak udang di Subang, Jawa Barat (Jabar) sejak tahun 2009 ini dan memiliki tiga orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua orang anaknya duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU) ini mengaku mengawali karier berbudidaya udang Vaname Putih dilakoninya sejak tahun 2008. “Modalnya hanya iseng saja, tidak serius,” kata Haji Mimin di tempat usahanya di daerah Subang, Jabar, Rabu pekan lalu.

Dengan bermodal iseng dan ilmu otodidak (belajar ilmu perikanan sendiri tanpa ada yang mengajari) tersebut, Haji Mimin merasakan penghasilannya dari hari ke hari dari hasil penjualan yang dia lakukan bukan hanya ke masyarakat sekitar Subang tetapi ia juga melakukan ekspor kepada buyers (pembeli) dari Negara Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Eropa, penghasilannya makin lama makin bertambah. “Iseng, tetapi kok lama-lama hasilnya menggiurkan. Kemudian baru diseriuskan,” kata Haji Mimin mantap.

Haji Mimin mengaku awalnya pada tahun 2008 silam, 27 hektare tambak udang Vaname Putih yang ia kelola belum menjadi hak miliknya, masih berstatus sewa kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang, Jabar. Lalu setahun kemudian, dengan hasil kerja keras dan usaha yang maksimal, ia berhasil menjual dan melakukan budidaya udang Vaname Putih besar-besaran dan melakukan ekspor ke tiga negara, Jepang, AS dan Eropa, yang akhirnya membuatnya mampu membeli lahan tersebut dengan harga Rp1,5 miliar dan kini telah bersertifikat Hak Milik atas namanya.

Hingga hari ini Haji Mimin tidak pernah merasa kesepian order pembeli. Bahkan pembeli udangnya makin hari makin bertambah, ada yang berasal dari daerah Jawa Tengah (Jateng) hingga dari Jakarta.

Udang Haji Mimin selain bisa dibeli untuk dibudidayakan, juga bisa untuk dikonsumsi. Harga Vaname Putih Haji Mimin dipatok dengan harga jual Rp80.000 per Kilogram (Kg). Harga tersebut wajar dirasa, karena telah disesuaikan dengan baiknya mutu dan kualitas serta renyahnya daging dari udang tersebut.

Bagi masyarakat sekitar mengatakan keunggulan udang Vaname Putih yang dibudidayakan Haji Mimin ada pada daya rasa gurihnya daging udang tersebut yang begitu lembut apabila disantap dan kualitas udang tersebut bisa bertahan hingga tiga hari lamanya tanpa harus direbus kembali.

“Udang Vaname Putih Haji Mimin ini cukup hanya dikukus atau direbus dengan air panas hingga warna kulit luar udangnya kemerahan, rasanya nikmatnya bisa langsung dirasakan pada saat disantap,” kata Wakil Kepala Dinas (Wakadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, Jabar, Agus Darojat yang turut berkesempatan menyicipi udang Vaname Putih budidaya Haji Mimin dalam kesempatan ini.

Haji Mimin menjelaskan rahasia baiknya kualitas mutu daging udang Vaname Putih yang dibudidayakan ada pada pembudidayaan udang yang tidak menggunakan obat-obatan kimia.

Selain itu dalam teknik pembudidayaan menggunakan teknik Mulsa Plastik pada kolamnya (Pola Mulsa Plastik dalam budidaya Vaname Putih adalah dinding kolam tanah yang dipaku plastik berwarna hitam sehingga air tambak tidak tercemar penyakit yang mematikan).

“Pengalaman kami pada saat budidaya dengan sistem Mulsa Plastik ini adalah yang kedua yang kita temukan. Pertama, kita menggunakan sistem Parsial. Karena selama ini budidaya udang itu tidak ada yang berani mengurangi udang di tambak, pada saat saya perjalanan ke Cirebon, saya di tepi pantai melamun, di tengah jalan saya melihat tambak dengan sistem anco (jala). Apa salahnya saya mencoba metode ini ditambak saya. Kemudian saya beranikan uji coba, ternyata saya ambil 500 Kg udang tidak ada masalah,” katanya.

Keunggulan pola Mulsa Plastik lainnya, ada pada cost atau biaya produksi yang dikeluarkan Haji Mimin jauh lebih murah. “Per hektare perkiraan saya modalnya hanya sekitar Rp12 juta untuk membeli 15-20 roll Mulsa Plastik dengan harga per roll-nya Rp350.000. Dengan pola ini jauh lebih murah dibanding dengan pola Parsial. Terus kualitas air bisa bertahan dibandingkan menggunakan teknik Parsial (tanpa plastik). Kualitas air tidak bisa naik turun, tetap stabil. Akhirnya, pertumbuhan udang akan lebih maju, karena HDG atau pertumbuhan udang Vaname Putih per harinya bisa mencapai 0,27 gram. Jadi per 10 hari bobot udang naik bisa mencapai 3,5 gram. Dan pertumbuhannya cepat sekali. Itu lah keunggulannya, panennya cepat, pertumbuhannya cepat, balik modalnya juga cepat,” katanya.

Yang lebih murah lagi, penggunaan Mulsa Plastik bisa digunakan 1,5 kali dalam sehari.

Dalam tambaknya ini, Haji Mimin memanen udang dengan size atau ukuran 70 dikurangi 2 ton, size 50 dikurangi 2 ton, kemudian size 28 dikurangi 2 ton dan terakhir size 40 dikurangi 2 ton. “Setelah perkembangan dengan cara seperti itu berhasil dilakukan dampaknya juga bisa mengurangi modal saya. Terus terang dengan dikurangi 2 ton itu saya bisa menambahkan modal, dan berdampak pada bertambah lagi jumlah kolam saya,” terangnya.

Haji Mimin hingga kini masih menerapkan pengurangan 2 ton dalam teknik pemanenan udang Vaname Putihnya karena dia merasa dengan teknik seperti ini lebih menguntungkan. “Jadi saya kembali dua ton, dan uang yang saya dapat itu saya buat tanam lagi di tambak yang baru. Ternyata bisnis ini lumayan,” tegasnya. Keuntungan dalam setahun dari hasil panennya, Haji Mimin bisa meraup laba bersih Rp10 miliar.

Awalnya sempat ditolak perbankan

Haji Mimin mengaku awal melakukan budidaya udang Vaname Putih dengan pola teknologi Mulsa Plastik, ia sempat mengajukan proposal kepada perbankan nasional yakni BNI untuk mendapatkan bantuan kredit lunak dari pihak perbankan. Namun, ia harus merasakan pil pahit, karena pihak perbankan bukannya malah mengabulkan isi proposal yang ia buat malah menolaknya. “Bukannya dana kredit yang saya dapat, namun penolakan yang didapat,” ujarnya.

Setelah itu, Haji Mimin mencoba kembali untuk meminta bantuan. Kali ini ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, yakni bantuan permodalan.

Ia mengajukan permohonan bantuan modal usaha kepada pemerintah pusat dalam hal ini KemenKP melalui DKP Kab Subang, Jabar. Rupanya, langkah ini membuahkan hasil manis. “Pada saat uji coba budidaya udang Vaname Putih dengan teknologi Mulsa Plastik, berhasil dilakukan, akhirnya satu kolam yang ada di tempat saya diberikan KemenKP yang kita gunakan untuk kolam dengan modal awalnya Rp60 juta,” terangnya.

Modal Rp60 juta tersebut digunakan Haji Mimin sebagai modal persiapan wadah dan menyiapi berbagai macam sarana lainnya. “Modal untuk plastiknya Rp12 juta untuk satu hektare. Kebutuhan Mulsa Plastik 15 hingga 20 roll dikali Rp350.000 harga per roll. Bayar tenaga kerja untuk 100 orang tenaga harian dan 20 orang tenaga bulanan, yang harian Rp40.000 per hari, namun ada juga yang bulanan Rp750.000 per bulan dan biaya paku tambak keseluruhan. Jadi total bantuan pemerintah tersebut digunakan untuk pembelian Mulsa Plastik dan bayar gaji tenaga kerja,” tandasnya.

Haji Mimin dengan usaha budidaya udang Vaname Putih ini telah membuktikan bahwa menjadi wirausaha sukses dibutuhkan kemauan yang keras dan usaha pantang menyerah.

Kini, ia mampu membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya. Dia mampu menyerap 120 tenaga kerja, baik harian maupun bulanan dengan gaji mencukupi.

Usaha Haji Mimin ini barangkali bisa jadi inspirasi sukses para calon-calon pembudidaya lainnya dengan memanfaatkan ide atau gagasan dalam membudidayakan udang Vaname Putih dengan menggunakan pola teknologi Mulsa Plastik. (Mur)