Senin, 04 Juni 2012

SUKSES JADI PENGUSAHA TAMBAK UDANG VANAME PUTIH: DENGAN TEKNIK MULSA PLASTIK H. MIMIN MERAUP UNTUNG Rp 10 MILIAR/TAHUN

SUKSES JADI PENGUSAHA TAMBAK UDANG VANAME PUTIH: DENGAN TEKNIK MULSA PLASTIK H. MIMIN MERAUP UNTUNG Rp 10 MILIAR/TAHUN

Penulis :Murgab H



BERMULA dari keisengan semata dan pengalamannya yang pernah menjadi pembudidaya cabe menggunakan sistem teknologi Mulsa Plastik (Mulsa Plastik adalah teknologi yang menggunakan fasilitas plastik berwarna hitam yang ditempatkan di tepi kolam atau bak yang bermanfaat sebagai penghambat masuknya penyakit ke dalam kolam), Haji Mimin kini telah sukses menjadikan dirinya sebagai pengusaha tambak udang Vaname Putih yang tersohor se-Kabupaten Subang.

Bapak yang memiliki tambak udang di Subang, Jawa Barat (Jabar) sejak tahun 2009 ini dan memiliki tiga orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua orang anaknya duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU) ini mengaku mengawali karier berbudidaya udang Vaname Putih dilakoninya sejak tahun 2008. “Modalnya hanya iseng saja, tidak serius,” kata Haji Mimin di tempat usahanya di daerah Subang, Jabar, Rabu pekan lalu.

Dengan bermodal iseng dan ilmu otodidak (belajar ilmu perikanan sendiri tanpa ada yang mengajari) tersebut, Haji Mimin merasakan penghasilannya dari hari ke hari dari hasil penjualan yang dia lakukan bukan hanya ke masyarakat sekitar Subang tetapi ia juga melakukan ekspor kepada buyers (pembeli) dari Negara Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Eropa, penghasilannya makin lama makin bertambah. “Iseng, tetapi kok lama-lama hasilnya menggiurkan. Kemudian baru diseriuskan,” kata Haji Mimin mantap.

Haji Mimin mengaku awalnya pada tahun 2008 silam, 27 hektare tambak udang Vaname Putih yang ia kelola belum menjadi hak miliknya, masih berstatus sewa kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang, Jabar. Lalu setahun kemudian, dengan hasil kerja keras dan usaha yang maksimal, ia berhasil menjual dan melakukan budidaya udang Vaname Putih besar-besaran dan melakukan ekspor ke tiga negara, Jepang, AS dan Eropa, yang akhirnya membuatnya mampu membeli lahan tersebut dengan harga Rp1,5 miliar dan kini telah bersertifikat Hak Milik atas namanya.

Hingga hari ini Haji Mimin tidak pernah merasa kesepian order pembeli. Bahkan pembeli udangnya makin hari makin bertambah, ada yang berasal dari daerah Jawa Tengah (Jateng) hingga dari Jakarta.

Udang Haji Mimin selain bisa dibeli untuk dibudidayakan, juga bisa untuk dikonsumsi. Harga Vaname Putih Haji Mimin dipatok dengan harga jual Rp80.000 per Kilogram (Kg). Harga tersebut wajar dirasa, karena telah disesuaikan dengan baiknya mutu dan kualitas serta renyahnya daging dari udang tersebut.

Bagi masyarakat sekitar mengatakan keunggulan udang Vaname Putih yang dibudidayakan Haji Mimin ada pada daya rasa gurihnya daging udang tersebut yang begitu lembut apabila disantap dan kualitas udang tersebut bisa bertahan hingga tiga hari lamanya tanpa harus direbus kembali.

“Udang Vaname Putih Haji Mimin ini cukup hanya dikukus atau direbus dengan air panas hingga warna kulit luar udangnya kemerahan, rasanya nikmatnya bisa langsung dirasakan pada saat disantap,” kata Wakil Kepala Dinas (Wakadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, Jabar, Agus Darojat yang turut berkesempatan menyicipi udang Vaname Putih budidaya Haji Mimin dalam kesempatan ini.

Haji Mimin menjelaskan rahasia baiknya kualitas mutu daging udang Vaname Putih yang dibudidayakan ada pada pembudidayaan udang yang tidak menggunakan obat-obatan kimia.

Selain itu dalam teknik pembudidayaan menggunakan teknik Mulsa Plastik pada kolamnya (Pola Mulsa Plastik dalam budidaya Vaname Putih adalah dinding kolam tanah yang dipaku plastik berwarna hitam sehingga air tambak tidak tercemar penyakit yang mematikan).

“Pengalaman kami pada saat budidaya dengan sistem Mulsa Plastik ini adalah yang kedua yang kita temukan. Pertama, kita menggunakan sistem Parsial. Karena selama ini budidaya udang itu tidak ada yang berani mengurangi udang di tambak, pada saat saya perjalanan ke Cirebon, saya di tepi pantai melamun, di tengah jalan saya melihat tambak dengan sistem anco (jala). Apa salahnya saya mencoba metode ini ditambak saya. Kemudian saya beranikan uji coba, ternyata saya ambil 500 Kg udang tidak ada masalah,” katanya.

Keunggulan pola Mulsa Plastik lainnya, ada pada cost atau biaya produksi yang dikeluarkan Haji Mimin jauh lebih murah. “Per hektare perkiraan saya modalnya hanya sekitar Rp12 juta untuk membeli 15-20 roll Mulsa Plastik dengan harga per roll-nya Rp350.000. Dengan pola ini jauh lebih murah dibanding dengan pola Parsial. Terus kualitas air bisa bertahan dibandingkan menggunakan teknik Parsial (tanpa plastik). Kualitas air tidak bisa naik turun, tetap stabil. Akhirnya, pertumbuhan udang akan lebih maju, karena HDG atau pertumbuhan udang Vaname Putih per harinya bisa mencapai 0,27 gram. Jadi per 10 hari bobot udang naik bisa mencapai 3,5 gram. Dan pertumbuhannya cepat sekali. Itu lah keunggulannya, panennya cepat, pertumbuhannya cepat, balik modalnya juga cepat,” katanya.

Yang lebih murah lagi, penggunaan Mulsa Plastik bisa digunakan 1,5 kali dalam sehari.

Dalam tambaknya ini, Haji Mimin memanen udang dengan size atau ukuran 70 dikurangi 2 ton, size 50 dikurangi 2 ton, kemudian size 28 dikurangi 2 ton dan terakhir size 40 dikurangi 2 ton. “Setelah perkembangan dengan cara seperti itu berhasil dilakukan dampaknya juga bisa mengurangi modal saya. Terus terang dengan dikurangi 2 ton itu saya bisa menambahkan modal, dan berdampak pada bertambah lagi jumlah kolam saya,” terangnya.

Haji Mimin hingga kini masih menerapkan pengurangan 2 ton dalam teknik pemanenan udang Vaname Putihnya karena dia merasa dengan teknik seperti ini lebih menguntungkan. “Jadi saya kembali dua ton, dan uang yang saya dapat itu saya buat tanam lagi di tambak yang baru. Ternyata bisnis ini lumayan,” tegasnya. Keuntungan dalam setahun dari hasil panennya, Haji Mimin bisa meraup laba bersih Rp10 miliar.

Awalnya sempat ditolak perbankan

Haji Mimin mengaku awal melakukan budidaya udang Vaname Putih dengan pola teknologi Mulsa Plastik, ia sempat mengajukan proposal kepada perbankan nasional yakni BNI untuk mendapatkan bantuan kredit lunak dari pihak perbankan. Namun, ia harus merasakan pil pahit, karena pihak perbankan bukannya malah mengabulkan isi proposal yang ia buat malah menolaknya. “Bukannya dana kredit yang saya dapat, namun penolakan yang didapat,” ujarnya.

Setelah itu, Haji Mimin mencoba kembali untuk meminta bantuan. Kali ini ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, yakni bantuan permodalan.

Ia mengajukan permohonan bantuan modal usaha kepada pemerintah pusat dalam hal ini KemenKP melalui DKP Kab Subang, Jabar. Rupanya, langkah ini membuahkan hasil manis. “Pada saat uji coba budidaya udang Vaname Putih dengan teknologi Mulsa Plastik, berhasil dilakukan, akhirnya satu kolam yang ada di tempat saya diberikan KemenKP yang kita gunakan untuk kolam dengan modal awalnya Rp60 juta,” terangnya.

Modal Rp60 juta tersebut digunakan Haji Mimin sebagai modal persiapan wadah dan menyiapi berbagai macam sarana lainnya. “Modal untuk plastiknya Rp12 juta untuk satu hektare. Kebutuhan Mulsa Plastik 15 hingga 20 roll dikali Rp350.000 harga per roll. Bayar tenaga kerja untuk 100 orang tenaga harian dan 20 orang tenaga bulanan, yang harian Rp40.000 per hari, namun ada juga yang bulanan Rp750.000 per bulan dan biaya paku tambak keseluruhan. Jadi total bantuan pemerintah tersebut digunakan untuk pembelian Mulsa Plastik dan bayar gaji tenaga kerja,” tandasnya.

Haji Mimin dengan usaha budidaya udang Vaname Putih ini telah membuktikan bahwa menjadi wirausaha sukses dibutuhkan kemauan yang keras dan usaha pantang menyerah.

Kini, ia mampu membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya. Dia mampu menyerap 120 tenaga kerja, baik harian maupun bulanan dengan gaji mencukupi.

Usaha Haji Mimin ini barangkali bisa jadi inspirasi sukses para calon-calon pembudidaya lainnya dengan memanfaatkan ide atau gagasan dalam membudidayakan udang Vaname Putih dengan menggunakan pola teknologi Mulsa Plastik. (Mur)

7 komentar:

  1. kami hatchery pembenihan di tegal - jateng menyediakan benur vaname dan windu unggul dengan harga terjangkau, utk order silahkan hub. pak Faqih 081902258259/ 085742846923

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak faqih klo ada pemodal untuk kerjasama di bidang tehnis lapangan pembesaran intensive saya mau,,vanamei,,ni hp saya 083876607698

      Hapus
  2. saya berminat membeli udang , mohon alamat lengkap dan nomer telp H.Mimin di subang , terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yth. Bp Rifki
      Saat ini kami sedang mencari buyer/pembeli Udang Windu langsung dalam jumlah
      banyak . Untuk ukuran size bervariasi dgn ukuran size 30 - 40 & estimasi hasil
      panen ± 3 - 5 Ton. Lokasi berada di daerah Bratasena Mandiri, Kab. tulang Bawang Prov. Lampung.
      Untuk detail infonya bisa menghubungi via contact person : 0857 2159 6466 a/n Dedi

      Hapus
    2. saya mencari partner , saya punya technis pembesaran nya secara intensive, kerjasama nya saya tunggu ni hp saya083876607698

      Hapus
  3. Kami produsen plastik mulsa tambak yang berlokasi di Bandung. Bagi para petambak udang yang membutuhkan mulsa tambak kami siap mensupply.
    Ukuran mulsa yang kami produksi :
    - berbahan baku biji plastik murni 100 %
    - 80 micron x 250 cm x 500 m berat bersih per roll 90 kg

    - Berbahan baku biji plastik HDPE murni 100 %
    - 100 micron x 250 cm x 300 m berat bersih 70 kg / roll
    - 150 micron x 250 cm x 300 m berat bersih 105 kg.
    Hubungi kami Budi Ghozali pada email PLASTIN_EP@YAHOO.CO.ID atau HP 081284116090 Untuk informasi harga atau keterangan lebih lanjut.

    BalasHapus
  4. TITIN RISMAWATI
    saya cari partner kerja sama untuk budidaya udang vanami cara intensiv...saya memiliki lahan dan terkendala modal... mohon hubungi saya di 082231554393/081553695739 e-mail :mandiri.tunggal14@yahoo.com

    BalasHapus